ROTIFERA : Klasifikasi, Habitat dan Peran

FILUM ROTIFERA


Rotifera, juga dikenal sebagai rotifer atau hewan roda, adalah sebuah filum yang terdiri dari hewan mikroskopis dan dekat mikroskopis. Mereka pertama kali dijelaskan oleh Rev. John Harris pada tahun 1696, dan bentuk lainnya digambarkan oleh Anton van Leeuwenhoek pada tahun 1703. Rotifera memiliki korona di sekitar mulut yang bergerak dengan urutan yang menyerupai roda, meskipun organ tersebut sebenarnya tidak berputar.

Klasifikasi Filum Rotifera

  1. Kelas Bdelloidea:  terdiri dari sekitar 350 spesies. Tubuh mereka tidak memiliki kutikula pelindung. Biasanya, Bdelloidea hidup bersimbiosis dengan lumut. Dalam kondisi lingkungan yang ekstrem, mereka mampu bertahan hidup dalam kekeringan melalui proses anhydrobiosis, di mana mereka berubah bentuk menjadi tun untuk meminimalisir kehilangan air. Semua spesies dalam kelas ini bersifat parthenogenetic, dengan hanya satu betina yang bereproduksi aseksual dan menghasilkan keturunan betina lebih lanjut.
  2. Kelas Monogononta: Kelas ini memiliki sekitar 1.500 spesies. Rotifera dalam kelas Monogononta umumnya berenang bebas dan menjadi bagian dari plankton. Mereka juga berkontribusi pada dekomposisi bahan organik tanah.
  3. Kelas Seisonidea: Kelas ini hanya memiliki dua genus yang dikenal, yang terdiri dari tiga spesies. Anggotanya yang terkecil di antara ketiga kelas ini.

Habitat Filum Rotifera

Sebagian besar rotifera hidup di lingkungan air tawar di seluruh dunia, dengan beberapa spesies yang juga ditemukan di air asin. Ukuran rotifera bervariasi, mulai dari sekitar 0,1 hingga 0,5 mm (meskipun ada yang lebih kecil atau lebih besar). Beberapa rotifera berenang bebas dan menjadi bagian dari plankton, sementara yang lain bergerak seperti ulat bulu di sepanjang substrat. Ada juga rotifera yang sessile, hidup di dalam tabung atau holdfasts agar-agar yang melekat pada substrat.

Peran Filum Rotifera

Rotifera memiliki peran penting dalam zooplankton air tawar, menjadi sumber makanan yang signifikan dan juga berkontribusi pada dekomposisi bahan organik di tanah. Meskipun sebagian besar spesies rotifera bersifat kosmopolitan, ada juga beberapa spesies yang endemik, seperti Cephalodella vittata di Danau Baikal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARIMAU SUMATRA : KLASIFIKASI, HABITAT DAN ANCAMAN

MANGGA : KLASIFIKASI, HABITAT DAN MANFAAT